Selamat Datang di Situs Resmi Pengadilan Agama Kotabaru| Jalan Raya Stagen KM 10, Desa Stagen RT 2, Kec. Pulau Laut Utara, Kab. Kotabaru, Kalimantan Selatan| email : pa.kotabaru@gmail.com

Layanan Online

  • Pengadilan Agama Kotabaru

Kalender Hijriah

Selasa
4
Zulqaidah
1439 H

Polling

Agenda Kegiatan

    Web Info

    Jumlah Pengunjung :
    275029
    Pengunjung Hari Ini :
    51
    User Online :
    1
    Terakhir Update :
    13-07-2018

     

    Ketua MA Baru Jangan Alergi KY

    Sumber : Detik.com (30/1)

    Jakarta - Hubungan tidak harmonis antara Mahkamah Agung (MA) dengan Komisi Yudisial (KY) harus menjadi catatan khusus berbagai pihak. Hal ini menjadikan syarat Ketua MA yang akan dipilih 8 Februari nanti untuk memperbaiki hubungan dengan pengawas hakim tersebut.

    Menurut Direktur Indonesia Court Monitoring (ICM) Tri Wahyu Kh, sosok Ketua MA juga harus yang bisa menjalin kemitraan erat dengan Komisi Yudisial (KY). Kandidat Ketua MA haruslah sosok yang tidak alergi dengan KY.

    "Apa yang terjadi kemarin selalu berbeda pendapat sebenarnya tidak terlepas dari sosok Ketua MA. Semoga Ketua MA ke depan dapat mengatasi perbedaan itu," kata Wahyu kepada wartawan, Senin, (30/1/2012).

    Selain itu, Ketua MA yang terpilih menggantikan Harifin Tumpa nantinya harus memiliki dua kriteria besar yakni kualitas keilmuan dan integritas tinggi.

    "Harus termasuk yang selama ini mempunyai rekam jejak bagus dalam melakukan pemberantasan korupsi, baik terhadap internal jajaran peradilan maupun dengan putusannya," terang Wahyu.

    Terkait keterbukaan informasi MA ke depan, upload putusan melalui situs resmi jangan hanya terpusat di MA. Wahyu menyatakan pengadilan di daerah sangat lambat dalam melakukan minutasi putusan serta keterbukaan informasinya. Diharapkannya juga, pengunggahan putusan di MA bisa secepat Mahkamah Konstitusi (MK) nantinya.

    "Saya memaparkan fakta di PN Yogyakarta, desk informasi baru dibikin setelah adanya pemecatan satu hakim yang melanggar perilaku hakim. Sehingga terlihat ini bukan berangkat dari kebutuhan tetapi dari keadaan untuk menutupi keburukan," sesal Wahyu.

    Kriteria terakhir, sosok Ketua MA juga harus memiliki agenda penegakan hak asasi manusia (HAM) yang baik. Sebab, penegakan HAM mulai dilupakan oleh pemerintahan SBY-Boediono.

    "Pimpinan lembaga peradilan tertinggi harus mendobrak hal itu dengan memiliki visi berbeda atas penegakan HAM," tuntas Wahyu.

    Seperti diketahui, calon Ketua MA adalah hakim agung yang sudah menjadi pejabat struktural di MA. Peluang tersebut diberikan kepada seluruh Ketua Muda MA, kecuali yang sudah mendekati pensiun. Pemilihan pemilihan Ketua MA dilakukan secara tertutup tanpa melibatkan publik. Mereka yang memiliki hak suara adalah 54 hakim agung.

    Mereka adalah:

    1. Wakil Ketua MA bidang Yudisial, Abdul Kadir Mappong

    2. Wakil Ketua MA bidang Non-Yudisial, Ahmad Kamil

    3. Ketua Muda Tata Usaha Negara (TUN), Paulus Effendi Lotulung

    4. Ketua Muda Pidana Umum, Artidjo Alkostar

    5. Ketua Muda Agama, Andi Syamsu Alam

    6. Ketua Muda Perdata Khusus, Mohammad Saleh

    7. Ketua Muda Militer, Imron Anwari

    8. Ketua Muda Pembinaan, Widayatno Sastro Hardjono

    9. Ketua Muda Pengawasan, Hatta Ali.

    Total akses : 926